4 Manfaat Cuka Apel Tahesta Mencegah Penyakit Kardiovaskuler

By:
Tag: Manfaat Lainnya
Selama berabad-abad lamanya, cuka apel telah digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, memasak, maupun pengobatan tradisional. Salah satu brand cuka apel yang cukup populer saat ini adalah Tahesta. Manfaat cuka apel Tahesta pada dasarnya sama dengan cuka apel lainnya, namun brand ini menandakan jaminan kualitas dan keamanan bagi penggunanya. Cuka apel memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan, termasuk menurunkan berat badan, menurunkan kadar gula darah, maupun mengatasi gejala diabetes.

Manfaat Cuka Apel Tahesta untuk Kesehatan

Manfaat Cuka Apel Tahesta untuk Kesehatan

Cuka apel dibuat dengan fermentasi gula dari buah apel, sehingga gula tersebut berubah menjadi asam asetat yang merupakan bahan aktif dalam cuka apel. Nah, asam asetat ini jugalah yang menjadi sumber manfaatnya untuk mengatasi dan mencegah berbagai penyakit. Manfaat cuka apel berasal dari sifat anti-bakteri di dalamnya.

Tidak heran jika cuka apel kerap digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk membersihkan, menghilangkan kuman, serta mengaatasi jamur kuku, kutu, kutil, dan infeksi telinga. Secara rinci, berikut adalah manfaat cuka apel Tahesta bagi kesehatan:

#1 Menurunkan Kadar Gula Darah

Cuka apel sejauh ini paling banyak digunakan pada penderita diabetes type 2. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah, baik yang disebabkan oleh resistensi insulin maupun ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin. Cuka apel diyakini dapat membantu menurunkan kadar gula darah, dengan cara:
  • Meningkatkan sensitivitas insulin hingga 19-34% pada makanan tinggi karbohidrat, serta menurunkan kadar glukosa darah
  • Mengurangi gula dalam darah hingga 34% ketika penderita mengkonsumsi 50 gram roti putih
  • 2 sendok makan cuka apel sebelum tidur dapat mengurangi gula darah puasa hingga 4%
  • Sejumlah penelitian lain menemukan kalau cuka apel dapat meningkatkan sensitivitas insulin
Oleh sebab itu, cuka apel bermanfaat bagi penderita diabetes atau orang yang ingin mengendalikan gula darah karena alasan untuk menjaga kesehatan.

#2 Membantu Menurunkan Berat Badan

Sama seperti manfaat jahe untuk diet, cuka apel juga bermanfaat untuk mendukung program diet anda. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa cuka apel dapat mempertahankan rasa kenyang, sehingga mengurangi nafsu makan. Hasilnya, asupan kalori anda akan berkurang dan proses penurunan berat badan juga lebih mudah.

Jika dipadukan dengan makanan kaya karbohidrat, cuka akan membuat rasa kenyang lebih lama. Penelitian juga menemukan bahwa konsumsi cuka apel secara rutin membantu menurunkan lemak perut dan lingkar pinggar, menurunkan trigliserida dalam darah, serta menurunkan berat badan. Meski demikian, cuka apel Tahesta untuk diet akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan olah raga dan perubahan gaya hidup.

#3 Menurunkan Kolesterol dan Resiko Penyakit Jantung

Penyakit kardiovaskuler adalah pembunuh no. 1 di dunia saat ini. Penyakit ini ditandai dengan sejumlah faktor resiko. Berbagai penelitian pada manusia maupun hewan uji menunjukkan bahwa cuka apel dapat mempengaruhi beberapa faktor resiko yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskuler. Di antaranya adalah menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Cuka apel mengandung asam klorogenat, yang diketahui dapat mencegah oksidasi kolesterol jahat (kolesterol LDL).
Baca juga: Manfaat Kayu Secang bagi Kesehatan Anda

#4 Berpotensi Menurunkan Resiko Kanker

Meski data dukungnya masih terbatas, cuka apel juga dikaitkan dengan penurunan resiko kanker. Bahkan, produk cuka apel banyak dipromosikan secara online sebagai salah satu obat anti-kanker. Memang, sejumlah penelitian menunjukkan kalau cuka dapat membunuh sel kanker dan menciutkan tumor, namun penelitian ini baru dilakukan di laboratorium pada hewan.

Secara umum, manfaat cuka apel Tahesta bagi kesehatan tubuh adalah informasi yang menggembirakan. Bahan alam ini membantu menurunkan resiko berbagai penyakit mematikan. Meski demikian, karena sifatnya yang asam, penggunaannya tidak boleh dilakukan secara berlebihan, dan harus di bawah pengawasan dokter.