5 Manfaat Bawang Bombay untuk Kesehatan dan Cara Kerjanya

By:
Tag: Manfaat Lainnya, Manfaat Tanaman
Penggunaan bawang bombay untuk pengobatan dilakukan di seluruh dunia, karena manfaat bawang bombay untuk tubuh bahkan sudah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO menyatakan bahwa bawang bombay digunakan secara luas sebagai pengobatan tradisional untuk sakit telinga, memar, bronkitis, demam, batuk, parasit pada usus, tekanan darah tinggi, nyeri tenggorokan, penyakit kuning, dan bahkan impotensi.

Selain daftar penyait di atas, bawang bombay juga diyakini dapat membantu mengatasi katarak, penyakit jantung, luka bakar, TBC, gigitan serangga, diabetes mellitus, kanker, maupun kolesterol tinggi.

Manfaat Bawang Bombay untuk Kesehatan

Cara Kerja di Balik Manfaat Bawang Bombay

Mungkinkan bawang yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan ini bisa mengatasi sederet penyakit di atas? Sebenarnya, bukan tidak mungkin. Pasalnya, bawang bombay ditemukan mengandung sejumlah aksi yang berguna bagi kesehatan dan pengobatan. Berikut adalah cara kerja di balik manfaat bawang bombay untuk kesehatan:

#1. Sebagai Sumber Antioksidan

Seperti halnya manfaat daun kumis kucing, bawang merah mengandung sejumlah flavonoids, khususnya quercetin, yang ditemukan bersifat antibiotik, anti-bakteri, anti-virus, anti-jamur, maupun anti-inflamasi. Selain flavonoid, di dalamnya juga terdapat sejumlah senyawa organo-sulfur, khususnya thiosulphinate, yang juga baik untuk kesehatan.

Sebagai antibiotik, penelitian laboratorium menunjukkan bahwa bawang bombay dapat melawan sejumlah infeksi bakteri yang berbahaya, seperti E. Coli yang memicu diare, Streptococus dan Salmonella. Minyak atsiri pada bawang bombay bekerja aktif melawan sejumlah infeksi jamur, khususnya candida. Seperti diketahui, pertumbuhan candida dapat memicu masalah jamur pada kulit, sistem kemih, maupun sistem pencernaan.
Baca: Khasiat Daun Afrika untuk Kesehatan

#2. Sebagai Antikoagulan

Efek anti-koagulasi atau sifat mengencerkan darah pada bawang bombay berkaitan dengan kandungan organo-sulfur yang tinggi di dalamnya. Senyawa ini membuat bawang ini banyak digunakan untuk mengatasi sejumlah penyakit kardiovaskuler. Seperti diketahui, koagulasi atau pengentalan darah meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler, seperti serangan jantung dan hipertensi. Baca - Cuka apel Tahesta mencegah penyakit Kardiovaskuler

Lebih menarik lagi, sifat anti-koagulasi justru tidak ditemukan pada bawang bombay mentah, melainkan pada bawang yang sudah diproses, seperti sup atau bawang bubuk. Menurut penelitian, perubahan kimia terjadi selama proses pengaringan atau proses memasak, sehingga sifat anti-koagulannya muncul.

#3. Pengaturan Gula Darah

Kemampuan bawang merah untuk mengatur gula darah ditemukan melalui sejumlah penelitian klinis yang telah ada sejak tahun 1970an. Yang menarik dari manfaat bawang bombay untuk diabetes adalah kemampuan menurunkan glukosa dalam darah tanpa kehilangan lipid darah. Lebih menarik lagi, bagian dasar bunga (callus) justru memiliki sifat anti-diabetik yang lebih kuat dibanding umbinya.
Simak juga: Sayur Okra untuk Kesehatan Penderita Diabetes

#4. Sebagai Anti-Inflamasi

Bawang merah ditemukan mengandung sifat anti-inflamasi dalam konsentrasi yang tinggi. Jadi, tanaman bumbu ini bisa diharapkan untuk membantu meringankan sejumlah masalah kesehatan, seperti artritis, asma, bronkitis, alergi, maupun ruam kulit. Sejauh ini, bahan anti-inflamasi yang paling banyak ditemukan dalam bawang bombay adalah flavonoids, khususnya kaempferol dan quercetin. Dua flavonoid ini bekerja dengan menghambat enzim dan histamine pemicu radang.

#5. Sebagai Anti-Kanker

Akhir-akhir ini, bawang bombay kembali diteliti secara luas untuk membuktikan manfaatnya melawan kanker. Pasalnya, senyawa-senyawa sulfur alami di dalamnya diyakini sangat berpotensi untuk membunuh sel-sel kanker. Baru-baru ini, sebuah penelitian difokuskan untuk menemukan manfaat bawang bombay untuk kanker, khususnya kanker kolon dan kanker perut. Para peneliti percaya bahwa sifat anti-kanker ini muncul pada senyawa organo-sulfur setelah melalui proses, seperti diiris, dimasak, dan dihancurkan.

Efek anti-mutagenik pada bawang bombay tidak hanya ditemukan melalui penelitian di laboratorium. Jadi, tidak ada salahnya menggunakan bawang bombay untuk masakan anda sehari-hari, karena manfaat bawang bombay ternyata sangat mengagumkan.